Peningkatan kemampuan literasi dan kesadaran lingkungan melalui program pendampingan belajar (dunia sains) untuk anak pesisir Pulau Tarakan

Bimo Aji Nugroho(1), Hery Fajeriadi(2), Dewi Retnaningati(3), Ayuk Cucuk Iskandar(4),

(1) Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan, Tarakan, Kalimantan Utara, 77115
(2) Program Studi Magister Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 70124
(3) Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan, Tarakan, Kalimantan Utara, 77115
(4) Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan, Tarakan, Kalimantan Utara, 77115


Abstract


Pendidikan merupakan hak setiap anak, namun masih banyak anak yang belum mempunyai akses terhadap pendidikan yang berkualitas. Mutu pendidikan suatu daerah akan menentukan kemajuan daerah tersebut. Daerah pesisir seringkali terabaikan, sehingga banyak anak-anak pesisir yang tidak mempunyai akses terhadap pendidikan. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membawa manfaat yang besar bagi siswa, orang tua dan masyarakat sekitar. Metode yang digunakan dalam pelayanan ini mengikuti pola: identification, plan, organizing, action, and impact (IPOAI). Model ini merupakan modifikasi dari model penelitian sosial dan model pelayanan. Kebanyakan orang mencari nafkah dengan menanam rumput laut. Data berhasil dikumpulkan mengenai 20 anak usia sekolah, banyak di antaranya tidak bisa membaca atau menulis. Pada dasarnya anak-anak sadar akan pentingnya dan manfaat pendidikan, namun faktor ekonomi menjadi penyebab banyak anak usia sekolah  tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Program dukungan pendidikan terhadap anak-anak di wilayah pesisir diharapkan dapat menyelesaikan beberapa permasalahan yang muncul seperti rendahnya kualitas pendidikan di wilayah pesisir. Melalui program ini, kampus sebagai lokasi akademik dapat memberikan nilai lebih dan manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang berada di lingkungan kampus. Selain itu, anak-anak yang putus sekolah masih dapat mengakses ilmu-ilmu yang tidak diperoleh di sekolah.

Abstract. Every child has the right to an education, but many still lack access to a good education. The level of education in a region will affect how far that region will advance. Many coastal youngsters lack access to schooling since coastal communities are frequently overlooked. We anticipate that this program will greatly benefit the students, parents, and neighborhood. This service employs an identification, plan, organizing, action, and impact (IPOAI) methodology. The social research model and the service model have been modified to create this paradigm. Growing seaweed is how most people make a living. Twenty school-age youngsters, many of whom were illiterate, had their data collected. In general, kids are aware of the value and advantages of education, yet many school-age kids choose not to continue their education at the next level due to financial constraints. A few issues, including the poor quality of education in coastal communities, are supposed to be solved by the educational support program for kids. Through this program, the campus may provide value as a place of higher learning, and those who live there can immediately reap the rewards. Children who have left school can still access knowledge that was not learned in school, aside from that. Keyword: High-quality education; Coastal region; Literacy; Learning support


Keywords


Kualitas pendidikan; Kawasan pesisir; Literasi; Pendampingan belajar

Full Text:

PDF

References


Afandi, A., Laily, N., Wahyudi, N., Umam, M. H., Kambau, R. A., Rahman, S. A., Sudirman, M., Jamilah, Kadir, N. A., Junaid, S., Nur, S., Dwi, R., Permatasari, A., Nurdiyanah, Wahid, M., & Wahyudi, J. (2022). Metodologi pengabdian masyarakat (Vol. 1, pp. 1–248). Diakses melalui http://diktis.kemenag.go.id

Ayuni, D., & Setiawati, F. A. (2019). Kebun buah learning media for early childhood counting ability. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 1–9. DOI: https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i1.128

Dina, M. S., Munir, M., Wijayanti, D. A., Marpaung, M., Weraman, P., & Hita, I. P. A. D. (2023). Pendampingan belajar siswa untuk meningkatkan kemampuan calistung dan motivasi belajar. Communnity Development Journal, 4(2), 1234–1239.

Elya, M. H. (2020). Pengaruh metode bercerita dan gaya belajar terhadap kemampuan berbicara anak usia dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 312–325. DOI: https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i1.326

Garzia, M., Yufiarti, & Hartati, S. (2019). Perbedaan kesiapan sekolah anak usia dini di daerah pesisir ditinjau dari status ekonomi orang tua dan parenting. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 470–483. DOI: https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i2.239

Hartman, S., Winsler, A., & Manfra, L. (2017). Behavior concerns among low-income, ethnically and linguistically diverse children in childcare: importance for school readiness and kindergarten achievement. Early Education and Development, 28(3), 255–273. DOI: https://doi.org/10.1080/10409289.2016.1222121

Irwandi, I., & Fajeriadi, H. (2019). Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa SMA di kawasan pesisir, Kalimantan Selatan. BIO-INOVED: Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, 1(2), 66-73. DOI: http://dx.doi.org/10.20527/binov.v1i2.7859

Ita, E. (2018). Manajemen pembelajaran pendidikan anak usia dini di tk rutosoro kecamatan golewa Kabupaten Ngada Flores Nusa Tenggara Timur. Jurnal Dimensi Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(1), 45–52. DOI: https://doi.org/10.24269/dpp.v6i1.889

Luturmas, Y. (2022). Religion, customs, and village government in collaborating the pillars of rural development. DDaengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation, 2(4), 440–447. DOI: https://doi.org/10.35877/454ri.daengku1066

Masri, A. (2017). Pendidikan anak nelayan pesisir pantai Donggala. Asian Journal of Environment, History and Heritage, 1(1), 2590–4310.

Nugroho, B. A. (2023). Mobile learning environment system: android media development from a validity perspective mobile learning environment system: pengembangan media android dari perspektif validitas. Biopedagogia, 5(1), 26–36.

Santoso, A., & Rusmawati, Y. (2019). Pendampingan belajar siswa di rumah melalui kegiatan bimbingan belajar di desa guci karanggeneng lamongan. Abdimas Berdaya:Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 36–43.

Sulastri, S., Syahril, S., Adi, N., & Ermita, E. (2022). Penguatan pendidikan karakter melalui profil pelajar pancasila bagi guru di sekolah dasar. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 7(3), 413–420. DOI: https://doi.org/10.29210/30032075000

Tapung, M. M., Regus, M., Payong, M. R., Rahmat, S. T., & Jelahu, F. M. (2020). Bantuan sosial dan pendidikan kesehatan bagi masyarakat pesisir yang terdampak sosial-ekonomi selama patogenesis covid-19 di manggarai. Transformasi:Jurnal Pengabdian Masyarakat, 16(1), 12–26.

Watini, S. (2020). Implementasi model pembelajaran sentra pada TK Labschool STAI Bani Saleh Bekasi. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 110–123. DOI: https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i1.190

Yaswinda, Y., Yulsyofriend, Y., & Sari, H. M. (2020). Analisis pengembangan gognitif dan emosional anak kelompok bermain berbasis kawasan pesisir pantai. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 996–1008. DOI: https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.711




DOI: https://doi.org/10.20527/seru.v1i2.198

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Bimo Aji Nugroho

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

SERU Journal has been Indexed/Abstracted/Listed by:

Publisher:

Master Program of Natural Science Education, Postgraduate Program, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin City, South Kalimantan Indonesia, 70123


License:

Lisensi Creative Commons  SERU Journal copyright is distributed under Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional