Pemanfaatan alat pengering gabah berbahan bakar briket pada kelompok usaha tani penggilingan padi “Setia Budi” di Gambut Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan

Authors

  • Suryajaya Suryajaya Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 70714
  • Ninis Hadi Haryanti Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 70714
  • Eka Suarso Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 70714
  • Tetti N. Manik Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 70714
  • Taufik Hidayat Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 70714
  • Putri Sari Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 70714
  • M. Jiddan Mishbahul Munir Program Studi Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Program Pascasarjana, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 70714

DOI:

https://doi.org/10.20527/seru.v1i2.240

Keywords:

Gambut, Sekam padi, Briket, Pengering gabah

Abstract

Daerah Gambut di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan merupakan lumbung padi untuk daerah Kalimantan. Setelah panen, gabah perlu dikeringkan agar dapat disimpan  dan siap untuk digiling menjadi beras. Masyarakat mengeringkan gabah secara tradisional yaitu dijemur langsung di terik matahari. Hal ini sangat bergantung terhadap cuaca. Pengabdian masyarakat ini bertujuan membuat alat pengering gabah berbahan bakar briket sekam padi. Pada saat uji coba, alat pengering gabah berbahan bakar briket dapat menaikkan suhu dalam kotak pengering dari 40oC menjadi 56oC dalam waktu 20 menit. Untuk menaikkan suhu dalam kotak pengering, kita hanya perlu menambah bahan bakar pada tungku pemanas.Abstract. The peat area in Banjar Regency, South Kalimantan is a rice granary for the Kalimantan area. After harvesting, the grain needs to be dried so it can be stored and ready to be milled into rice. People dry grain traditionally, namely drying it directly in the hot sun. This really depends on the weather. This community service aims to make a grain dryer powered by rice husk briquettes. During the trial, the briquette-fueled grain dryer was able to increase the temperature in the drying box from 40oC to 56oC in 20 minutes. To increase the temperature in the drying box, we only need to add fuel to the heating furnace. Keyword: Peat; Rice husk; Briquettes; Grain dryer

References

Bangun, R., Pengering, A., Berbasis, G., & Uno, A. (2023). Rancang bangun alat pengering gabah berbasis arduino uno. Jurnal INTRO (Informatika dan Teknik Elektro), 2(1), 43–47. DOI: https://doi.org/10.51747/intro.v2i1.1593

BPS Kabupaten Banjar. (2016). Luas tanam, rusak, dan panen serta produksi padi sawah menurut kecamatan,. Retrieved from https://banjarkab.bps.go.id/statictable/2016/01/12/884/luas-tanam-rusak-dan-panen-serta-produksi-padi-sawah-menurut-kecamatan-2014.html

Panggabean, T., Triana, A. N., & Hayati, A. (2017). Kinerja pengeringan gabah menggunakan alat pengering tipe rak dengan energi surya, biomassa, dan kombinasi. Agritech, 37(2), 229–235. DOI: https://doi.org/10.22146/agritech.25989

Haryanti, N. H. & Wardhana, H. S. (2020). Pengaruh tekanan pada briket arang alaban ukuran partikel kecil. Risalah Fisika, 4(1), 19–26. DOI: https://doi.org/10.35895/rf.v4i1.170

Haryanti, N. H., Suryajaya, S., Wardhana, H., Husain, S., Anggraini, Y., & Sofi, N. (2018). Characterization of briquette from halaban charcoal and coal combustion ashes. Journal of Physics: Conference Series, 1120(1). DOI: https://doi.org/10.1088/1742-6596/1120/1/012046

Haryanti, N. H., Wardhana, H., & Ramadhan, R. (2020). Halaban ( Vitex Pubescens vahl ) charcoal and coal bottom ash briquettes with pressure variations. Journal of Physics: Conference Series, 1572, 012035. DOI: https://doi.org/10.1088/1742-6596/1572/1/012035

Haryanti, N. H., Suryajaya, S., Husain, S., Wardhana, H., Anggraini, Y., & Andini, N. S. (2020a). Potency of waste of alaban wood charcoal (Vitex pubescens vahl), coal bottom ash and coal fly ash as briquettes material. Indonesian Journal of Physics Flux, 17(1), 59-65. DOI: https://doi.org/10.20527/flux.v17i1.6394

Husain, S., Haryanti, N. H., Suryajaya, Saukani, M., Lathifah, A., Vivianty, K., & Alhakim, R. M. (2021). Peningkatan nilai sekam padi menjadi bahan bakar biobriket pada kelompok usaha tani penggilingan padi di Gambut kabupaten Banjar. In PRO SEJAHTERA (Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat) (Vol. 3, No. 1).

Pakaya, A. R. (2021). Konstruksi tungku pengering gabah alternatif berbahan bakar biomassa. Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo (JTPG), 6(1), 19–24. DOI: https://doi.org/10.30869/jtpg.v6i1.743

Riza, F. V. (2011). Application of RHA’S pozzolanic properties in the making of CEB. International Journal of Sustainable Construction Engineering & Technologi, 2(2), 32–36.

Suryajaya, Haryanti, N. H., Suarso, E., Ginanjar, A., Ayu, F., & Hazizah, N. (2023). Sosialisasi pembuatan briket dari sekam padi di kelompok usaha tani penggilingan padi “Setia Budi” Gambut Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Seribu Sungai, 1(1), 21–25.

Umbas, G., Sappu, F. P., & Ulaan, T. V. Y. (2014). Pemanfaatan air panas bumi untuk alat pengering gabah di bukit Kasih Kanonang. Jurnal Online Poros Teknik Mesin, 3(2), 66.

Downloads

Published

2023-12-03

Issue

Section

Articles