Usaha berbagai olahan makanan berbahan dasar cabe bagi kelompok kewirausahaan PKK Desa Wage Sidoarjo Jawa Timur

Wuwuh Asrining Surasmi(1), Rahyu Setiani(2), Winarti Winarti(3), Dwikoranto Dwikoranto(4),

(1) Universitas Terbuka, UPBJJ-UT Surabaya, Surabaya City, East Java, 60115
(2) Universitas Bhinneka PGRI, Tulungagung City, East Java, 66221
(3) SD Negeri Jati Gembol 1 Kedunggalar, Ngawi City, East Java, 63254
(4) Universitas Negeri Surabaya, Surabaya City, East Java, 60231


Abstract


Cabe sebagai salah satu bahan pangan yang penting bagi masyarakat. Cabe merupakan bahan pokok yang tidak stabil harga dan pasokannya, cuaca dan kondisi alam sangat mempengaruhi produktivitas petani Cabe. Kekeringan yang panjang dan hujan yang berlebihanlah yang menjadi kendala bagi petani Cabe. Kondisi alam tersebut harus disiasati oleh para petani agar tidak merugi dan tetap dapat bertahan pada sector pertanian. Cuaca bisa juga mendatangkan berkah dan musibah bagi petani Cabe. Harga cabe yang terus melambung, membuat petani cabe menangguk untung sesaat tetapi masyarakat umum yang resah. Harga Cabe mahal saat terjadi becana alam banjir, letusan gunung dan gangguan hama yang serentak karena stok di petani habis atau menipis. Kisaran harga yang terlalu fluktuatif tersebut mengganggu bagi petani dan masyarakat ditambah ulah para pengepul dan penimbun yang memainkan harga tanpa pertimbangan keresahan masyarakat. Untung sesaat dapat mematikan petani cabe dan mengganggu kegiatan kuliner masyarakat luas. Pasca Pandemi Covid-19 ini mulai berangsur pulih untuk memulai wirausaha kuliner. Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan mengedukasi dalam beberapa bentuk mengawetkan, merubah hasil produk ke bentuk yang lain dengan bekerja sama dengan ibu-ibu PKK desa Wage untuk melakukan diversifikasi olahan Cabe agar kegiatan kewirausahaan baik saat panen maupun musim penghujan dan saat terjadi bencana dengan kisaran kenaikan harga yang manusiawi. Solusinya adalah bersinergi dengan Ibu-ibu PKK dilatih melalui pelatihan kewirausahaan diversifikasi olahan berbahan baku Cabe dan pengemasan hasil olahan Cabe yang Higienis dan tahan lama. Hasil PKM ibu-ibu PKK memiliki keterampilan pengolahan Cabe dan timbul jiwa wira usaha baru untuk menambah penghasilan bagi keluarga.

Abstract. The Chili is an important food ingredient for society. Chili is a staple ingredient whose price and supply are unstable, weather and natural conditions greatly influence the productivity of chili farmers. Long droughts and excessive rain are obstacles for chili farmers. Farmers must overcome these natural conditions so that they do not suffer losses and can continue to survive in the agricultural sector. Weather can also bring blessings and disasters to chili farmers. The price of chilies continues to soar, making chili farmers reap short profits but the general public is worried. Chili prices are expensive when natural disasters occur, floods, volcanic eruptions and simultaneous pest attacks because farmers' stocks run out or are running low. The overly fluctuating price range is disturbing for farmers and the public, in addition to the actions of collectors and hoarders who manipulate prices without considering public concerns. Fortunately, for a moment it can kill chili farmers and disrupt the culinary activities of the wider community. After the Covid-19 pandemic, people are starting to gradually recover to start a culinary business. To overcome this, it is necessary to provide education in several forms of preserving, changing the product to another form by collaborating with PKK women in Wage village to diversify processed chilies so that entrepreneurial activities both during the harvest and the rainy season and when disasters occur with the range of increase humane price. The solution is to synergize with PKK mothers who are trained through entrepreneurship training on diversification of processed products made from chili raw materials and packaging of processed chili products that are hygienic and long-lasting. As a result of PKM, PKK women have skills in processing chilies and a new entrepreneurial spirit has emerged to increase income for the family. Key words: Diversification; Processed chilies; Post-pandemic; Culinary


Keywords


Diversifikasi; Olahan cabe; Pasca pandemi; Kuliner

Full Text:

PDF

References


Dwikoranto, D., Madlazim, M., Jatmiko, B., Munasir, M., & Deta, U. A. (2022). Pelatihan produk olahan cabe dimasa pandemi Covid-19 bagi ibu PKK Cerme Gresik. Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 2(1), 41-50.

Haq, H. (2017). Peran keluarga dalam menanamkan kepedulian sosial anak di Desa Sukogirdrih Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Retrieved from http://digilib.uinkhas.ac.id/21715/

Hudzaifah, H. (2014). Pengaruh proses pemasakan pada cabai besar (Capsicum Anunum L) terhadap kadar vitamin C dan provitamin A (Β-Karoten). Karya Tulis Ilmiah. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. Fakultas Ilmu Kesehatan.

Iswari, K. (2014). Pengaruh giberelin dan jenis kemasan untuk menekan susut cabai kopay selama pengangkutan jarak jauh. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumbar. Jurnal Pascapanen, 11(2), 89–100.

Nurlaeli, L. (2012). Sosialisasi ketahanan pangan melalui pendidikan dasar. Jurnal Pangan Lokal, 3(1).

RTRW Kabupaten Sidoarjo. (2016). Rencana Pengembangan Wilayah Usaha Daerah tahun 2016-2020. Sidoarjo: Pemda Sidoarjo.

Sugiyono, S. (2017). Panen Cabe. Petani memanen cabe merah di Desa Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Surya online Sidoarjo. Diakses 3/6/2017

Suharto, E. (2017). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat, kajian strategis pembangunan kesejahteraan rakyat dan pekerjaan sosial. Surabaya: Penerbit Edutama.

Surasmi, W. A., Suparti, S., Dwikoranto, D., Setiani, R., & Marsini, M. (2022). Pemberdayaan Karang Taruna Sri Tanjung melalui usaha berbagai olahan dari bunga telang di masa pasca pandemi COVID-19. Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 2(2), 160-171.

Surasmi, W. A., Suparti, S., Setyowati, T., Setiani, R., & Dwikoranto, D. (2023). Pemberdayaan kelompok PKK Sri Tanjung Sidoarjo melalui varians olahan dari jahe kunyit untuk peningkatan stamina tubuh dan pencegahan terjangkit virus covid-19. SERIBU SUNGAI: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 7-14.

Taufik, M. (2016). Analisis pendapatan usaha tani dan penanganan pascapanen cabai merah. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 30(2), 66-72.

Wardana, A. (2014). Budidaya tanaman cabai merah di UPTD perbibitan tanaman hortikultura Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Jember: Arsip UPTD Dinas Pertanian Jember.

Warih, W. (2019). Teknik pengemasan hasil olahan cabe. Pembinaan terhadap UMKM Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Cabang Dinas Kecamatan Taman.




DOI: https://doi.org/10.20527/seru.v1i2.243

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Dwikoranto Dwikoranto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

SERU Journal has been Indexed/Abstracted/Listed by:

Publisher:

Master Program of Natural Science Education, Postgraduate Program, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin City, South Kalimantan Indonesia, 70123


License:

Lisensi Creative Commons  SERU Journal copyright is distributed under Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional