CRITICAL THINKING SKILLS AND STUDENTS' LEARNING OUTCOMES IN LEARNING BIOLOGY OF MUSHROOM CONCEPT AT SMA NEGERI 4 BARABAI
DOI:
https://doi.org/10.20527/jbse.v2i1.57Abstrak
Teachers as learning agents must be able to present the learning process contextually by involving the active participation of students. Some students learn best when they have the opportunity to interact with real objects through inquiry activities that will help students deepen their understanding of a concept. Inquiry learning is one that can be adapted to students' abilities, can build cognitive structures, and can motivate students to think critically. This research is classified as descriptive research. The subjects of the research were students of class X SMA Negeri 4 Barabai as many as 78 students in the 2015/2016 academic year on the mushroom group material. The research data were in the form of observations on students' critical thinking skills which were analyzed descriptively using categorical methods, namely very good (≥ 3), good (2-2.99), not good (1-1.99). While cognitive learning outcomes were obtained through tests and success was determined based on KKM = 67 with classical completeness 85%. The results showed that students' critical thinking skills were at least good, namely formulating hypotheses, designing experiments, conducting experiments, and making conclusions, while formulating problems, and analyzing data still needed improvement. Meanwhile, students' cognitive learning outcomes have not yet achieved minimal completeness. Keywords: critical thinking skills, learning outcomes, inquiry AbstrakGuru sebagai agen pembelajar harus mampu menyajikan proses pembelajaran secara kontekstual dengan melibatkan langsung peran serta siswa secara aktif. Sebagian siswa belajar dengan baik apabila mereka mendapat kesempatan berinteraksi dengan benda-benda nyata melalui aktivitas penyelidikan yang akan membantu siswa memperdalam pemahaman suatu konsep. Pembelajaran inkuiri merupakan salah satu pembelajaran yang dapat diadaptasikan dengan kemampuan siswa, dapat membangun struktur kognitif, dan dapat memotivasi siswa untuk berpikir kritis. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 4 Barabai sebanyak 78 siswa tahun pelajaran 2015/2016 pada materi pokmok jamur. Data hasil penelitian berupa hasil observasi terhadap keterampilan berpikir kritis siswa yang dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan kategorikal yakni sangat baik (≥ 3), baik (2-2,99), kurang baik (1-1,99). Sedangkan hasil belajar kognitif diperoleh melalui tes dan keberhasilan ditetapkan berdasarkan KKM = 67 dengan ketuntasan klasikal ≥ 85%. Hasil penelitian diperoleh bahwa keterampilan berpikir kritis siswa sekurang-kurangnya sudah baik, yakni merumuskan hipotesis, merancang percobaan, melakukan percobaan, dan membuat kesimpulan, sedangkan merumuskan masalah, dan menganalisis data masih perlu perbaikan. Sedangkan hasil belajar kognitif siswa belum mencapai ketuntasan minimal. Kata kunci: keterampilan berpikir kritis, hasil belajar, inkuiriReferensi
Af’idayani, N., Setiadi, I., & Fahmi, F. (2018). The effect of inquiry model on science process skills and learning outcomes. European Journal of Education Studies.
Andi, N., Zubaidah, S. & Ibnu, S. (2016). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan Bantuan Mind Mapping terhadap Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII di SMP Negeri 7 Sinjai Selatan. Kumpulan Abstrak Seminar Nasional tanggal 26 Maret 2016. Malang: UMM.
Arends, R. I. (2012). Learning to Teach Ninth Edition. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.
Dimyati & Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Pusat Perbukuan & Rineka Cipta.
Facione, P. A. (1998). Critical Thinking: What It Is and Why It Counts. Millbrae, CA: The California Academic Press.
Fahmi, F. (2018). Pengembangan perangkat pembelajaran untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis peserta didik SMP pada materi klasifikasi benda. Tesis. S2 Keguruan IPA PPs ULM.
Hamalik, Oemar. (2004). Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara. Jakarta.
Harmawati, D., Indriati, Sri E., & Gofur, A. (2016). Meningkatkan Karakter dan Berpikir Kritis Melalui Pembelajaran Berbasis Inkuiri. Kumpulan Abstrak Seminar Nasional tanggal 26 Maret 2016. Kumpulan Abstrak Seminar Nasional tanggal 26 Maret 2016. Malang: UMM.
Kariani, T. L. (2015). Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Materi Benda Langit dan Peristiwa Alam dengan Metode Demonstrasi pada Siswa Kelas I SDN Ampel 04 Wuluhan Jember. Pancaran, 4 (4), 125-136, Nopember 2015. jurnal.unej.ac.id/index.php/pancaran/article/download/2184 /1778 diakses tanggal 4 Maret 2016.
Kunandar. (2010). Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Radja Grafindo. Jakarta.
Kurniawan, H. C., Febriana I., Poppy. R.P., & Agus M. S. (2015). Efektivitas Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing terhadap Keterampilan Inkuiri, Keterampilan Metakognisi, dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas VIII MTsN Panglungan. Prosiding Seminar Nasional Pembelajaran dan Penilaian Sains Sesuai Tuntutan Kurikulum 2013. Program Studi Pendidikan Sains Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya.
Listawati, R. M., Mahanal, S. & Sarwoto. (2015). Pengaruh Metode Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) Terhadap Hasil Belajar Kognitif Dan Retensi Siswa Kelas XI IPA SMA Laboratorium UM Malang. UNM, Malang.
Murtiani. (2008). Penggunaan Pendekatan Inkuiri Dengan Pendekatan Kooperatif Untuk Meningkatkan Pemahaman Difusi dan Osmosis Pada Siswa SMP Negeri Batu Ampar. Skripsi Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unlam. Banjarmasin. Tidak Diterbitkan.
Norhasanah. (2016). Meningkatkan Keterampilan Proses Siswa Kelas X.5 SMAN 4 Barabai Melalui Penerapan Model Inkuiri Terbimbing pada Konsep Ekosistem. Kumpulan Abstrak Seminar Nasional tanggal 26 Maret 2016. Malang: UMM.
Novitasari, Ch., Murni R., & Ariyanto, J. (2015). Penerapan Inquiry Learning dipadu Brainstroming Activity untuk meningkatkan Motivasi Intrinsik Siswa Kelas XI MIA 4 SMA Negeri 1 Sragen. Prosiding Seminar Nasional Pembelajaran dan Penilaian Sains Sesuai Tuntutan Kurikulum 2013. Program Studi Pendidikan Sains Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya.
Nur, M. (2013). Pendidikan dan Latihan Pembelajaran Inovatif dan Pengembangan Perangkat pembelajaran Bermuatan Keterampilan Berpikir dan Perilaku Berkarakter. Kerjasama Program Studi Magister Pendidikan Biologi PPs Unlam dengan Pusat Sains dan Matematika Sekolah (PSMS) UNESA.
Nur, Mohamad & Prima Retno Wikandari. (2000). Pengajaran Berpusat kepada Siswa dan Pendekatan Konstruktivis dalam Pengajaran. Pusat Studi Matematika dan IPA Sekolah. Universitas Negeri Surabaya.
Nurfauziah, S., Marjono. B., & Sugiharto. (2015). Penerapan Guided Inquiry untuk Meningkatkan Rasa Ingin Tahu Siwa pada Pembelajaran Biologi di Kelas XI IPA SMA Al Muayyad Surakarta Tahun Pelajaran 20142015. Prosiding Seminar Nasional Pembelajaran dan Penilaian Sains Sesuai Tuntutan Kurikulum 2013” Program Studi Pendidikan Sains Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya.
Primadani, R. (2015). Model Pembelajaran Inkuiri Terstruktur untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah. Prosiding Seminar Nasional Pembelajaran dan Penilaian Sains Sesuai Tuntutan Kurikulum 2013. Program Studi Pendidikan Sains Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya.
Putri, M. H., Fahmi, F., & Wahyuningsih, E. (2021). Efektivitas perangkat pembelajaran IPA untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis peserta didik SMP pada materi pokok listrik statis. Journal of Banua Science Education, 1(2), 79-84.
Rahayu, A. B., Hadi, S., Istyadji, M., Zaini, M., Sholahuddin, A., & Fahmi, F. (2018). Development of guided inquiry based learning devices to improve student learning outcomes in science materials in middle school. European Journal of Alternative Education Studies.
Reddington, D. (2012). Developing Critical Thinking Skills in the ABE Classroom. Bureau of Adult Education Mini-Grant.
Ridwan. (2010). Naskah Akademik Biologi SMA. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum.
Sanjaya, Wina. (2012). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Sardiman, A. M. (2007). Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Sukamti. (2004). Penerapan Metode Discovery-Inquiry dalam Pengajaran SAINS di Sekolah Dasar. Universitas Negeri Malang. (http://www.pages-yourfavorite.com./ppsupi/abstraksains2004.html. diakses 1 Januari 2016).
Taufiq, M. (2015). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Dengan Model Pembelajaran Inkuiri Pada Pokok Bahasan Respirasi Seluler Di S1 Jurusan Pendidikan Sains Universitas Negeri Surabaya. Prosiding Seminar Nasional “Pembelajaran dan Penilaian Sains Sesuai Tuntutan Kurikulum 2013” Program Studi Pendidikan Sains Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya.
Wasis. (2015). Pembelajaran dan Penilaian Sains Sesuai Tuntutan Kurikulum 2013. Prosiding Seminar Nasional Tahun 2015. Program Studi Pendidikan Sains Program Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya.
Zaini, M. (2014). Menggunakan Lahan Basah untuk Mengajar Konsep-Konsep Biologi & Keterampilan Berpikir dalam Pembelajaran IPA SMP. Jurnal Landasan, Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan.
Zulfah, H., Slamet S., & Rinanto, Y. (2015). Penerapan Inquiry Learning dipadu Jurnal Belajar Reflektif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis pada Siswa Kelas XI MIA SMA N 7 Surakarta Semester II Tahun Pelajaran 2014/2015. Prosiding Seminar Nasional Pembelajaran dan Penilaian Sains Sesuai Tuntutan Kurikulum 2013. Program Studi Pendidikan Sains Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya.



















